“SWEET REVENGE”
Ku persembahkan kisah ini untuk mengenang UAN SMPku 2007 lalu
Maret 2007
Ujian Akhir Nasional telah dekat.Kami siswa-siswi di sebuah SMPN di sebuah sekolah yang terletak di kawasan pulau Buton bagian timur cukup tegang dalam mempersiapkan diri guna menghadapi ujian tersebut.Berbagai cara kami lakukan agar dapat menghadapi ujian,antara lain belajar dengan tekun,mengikuti berbagai pengayaan dan lain-lain
Hari masih sangat pagi.Dedaunan basah oleh embun pagi yang sangat dingin dan sejuk.Bunga-bunga bermekaran menghiasi pesona pagi.Cicit anak burung meramaikan musik semesta .Mentari memamerkan cahayanya bersama semilirnya angin yang berhembus.
Aku mengalihkan pandanganku.Selama ini aku di kenal sebagai bintang di sekolah.Sejak kelas satu aku telah menyabet peringka teratas dikelas bahkan di sekolah.Oleh karena itu aku harus belajar lebih giat.Jaga image kata orang.Malu kan kalau juara umum tak lulus??????
April 2007
Namun begitu lah,siap tidak siap ujian akhir Nasional akan di laksanakan pada hari ini juga.Hari ini adalah hari pertama di mana ujian akhir di laksanakan.Aku kini berada di tengah ruang ujian dengan nomor03-020-010-7 . Bangku-bangku disusun sedemikian rupa sehingga berjauhan dan soal ulangan di bagi atas 2 paketAh,nampaknya pemerintah sangat peduli dengan pendidikan di negeri ini…Pemerintah ingin menciptakan generasi-generasi yang handal dan dapat di andalkan oleh bangsa dan negara sehingga suassna ujian di buat seperti ini.
Aku tersenyum melihat ekspresi teman-temanku.Ada yang gugup,gemetaran…ah,lucunhya.Ujian berlangsung sangatketat.Tak ada komunikasi yang terjalin antara kami.Entah kenapa aku merasa sangat yakin dengan ujian kali ini,mungkin karena soalnya yang tergolong mudah.
Hari kedua…hari ini mata pelajaran yang di ujikan adalah mate-matika.Mata pelajaran yang cukup di takuti oleh para siswa.Dua pengawas,Ibu Nurmala dan Nurlian nampak serius membagikan LJK kepada kami.Dalam hati aku bersorak kegirangan melihat soalnya yang sangat mudah.Aku tak menyangka bahwa soalnya akan sampai semudah ini,jauh lebih mudah daripada tahun-tahun sebelumnya.Aku jadi semakin yakin atas ujian tahun ini.Lantaran mudahnya,aku sanggup menyelesaikan soal soal tersebut hanya dalam jangka waktu yang cukup cepat.
Namun,serasa bagai petir halilintar yang datang ketika tiba-tiba 2 pengawas itu membagikan jawaban dari soal-soal ujian tersebut.Aku menggigit bibirku sampai terasa sakitMataku berkaca-kaca.Seperti inikah???Bisik hatiku bertalu-talu menyayat perasaanku.Tadi aku sudah capek-capek menjawab soal-soal itu,tapi dengan mudahnya mereka memporak-porandakan perasan dan semangatku.Aku marah…sangat marah!Tapi,entah kenapa aku tak sanggup menuangkan perasaanku.Akuhanya diam dan membisu dengan mata yang berkaca-kaca.Hatiku terasa sakit…sakit sekali.
Bukankah jelas ini merupakan sebuah pelanngaran??Ketentuan dan tata tertib ujian telah di tetapkan,tapi mengapa praktek-praktek seperti ini masih ada???Mau jadi apa nantinya Negara ini jika hal seperti ini terus mengakar dan membudaya di pendidikan kita.Ini dapat merusak mental dan moralitas bgenerasi muda kita.Ini jelas-jelas merupakan penghianatan dan pembangkangan terhadap bangsa ini.Apa artinya ujian nasional jika ini yang terus berlangsung.Lebih baik ujian di tiadakan saja…
Di sini aku bersekolah untuk memperoleh ilmu,pendidikan dan moral yang baik.Kami di ajarkan untuk tidak KKN,bermoral baik,setia dan berbakti kepada bangsa dan Negara…tidak menghalalkan segala cara untuk meraih apa yang kita inginkan.Tapi,ini kah wujud dari semua itu??Aku muak..muak terhadap apa yang kini aku saksikan di depan mataku.Ternyata sekolahku hanya mengajarken teori,prakteknya nol besar.Pengecut…munafik ,penghianat!!! Aku sangat muak dengan kebohangan-kebohongan ini.Jawaban yang mereka berikan tidak aku gubris sama sekali.
Kejadian yang sama pun berlangsung pada hari berikutnya.Hatiku teramat sakit.Aku merasa benci kepada mereka semua.Ini adalah pelecehan dan penghinaan terhadap kerja kerasku selama ini.Aku merasa kalau semuanya sis-sia saja.Untuk apa kami capek-capek belajar kalau hasilnya Cuma seperti ini??Ini tidak adil!!Yah…kenapa tidak?Aku punya hak,aku tak bersalah dan aku bisa melaporkannya kepada pihak yang berwajib dan mereka harus menerima konsekuensinya…
“Aku tahu perasaanmu,Nak.Tapi janganlah kamu berusaha untuk melakukan itu.Semua itu bias menyebabkan ayahmu dan guru-guru di jebloskan ke penjara.Sampai hatikah kamu membuat hal itu terjadi??”,nasihat seorang guru yang sangat baik kepadaku.
Ah,nuraniku tersentuh.Tak tega rasanya bila aku harus melihat semua itu terjadi.Oh,TUhan…bagaimana ini,aku harus berbuat apa??
Begitu sampai di rumah aku melampiaskan kemarahan,dendam,dan sakit hati dengan menangis sepuas-puasnya.Aku mengadukan hal ini kepada orang tuaku dengan harapan mereka akan mendukungku.Tapi apa yang aku dapatkan??kemarahan dan omelan dari kedua orang tuaku,termasuk ayahku yang notabene salah satu panitia ujian.
“Dasar anak bodoh!!!Tidak tahu berterima kasih!Kami telah susah payah mengusahakan berbagai cara untuk membantu kalian supaya lulus.Kamu malah menangis tidak setuju.Kamu harusnya bersyukur karena telah di beribantuan pada saat ujian.Disekolah lain,mana ada yang sepertiini???Bodoh…”
orang tuaku. Kata-kata itu kembali terngiang di telingaku,menambah luka dihatiku.Kenapa orang-orang memandang hina kejujuranku??Kenapa mereka berpikir kalau itu adalah keuntungan yang patut di syukuri??Apa anggapan itu tidak salah?Luka di hatiku semakin dalam.Aku sangat terpukul atas kenyataan ini.Aku tak bisa berbuat apa-apa.Aku hanya bisa menangisi kelemahanku.
Rupa-r upanya penentanganku di dengar oleh kepala sekolah dan siswa siswa lainnya.Hal ini menyebabkan aku di jauhi dan di musuhi oleh siswa-siswi lainnya.Apalagi orang-orang yang selama ini memang memendam benci kepadaku.
Sesudah ujian berlangsung,kami di minta untuk mengerjakan kembali soal-soal itu.Hal ini di lakukan untuk memprediksi tingkat kelulusan siswa.Entah kenapa,dalam usaha itu aku di nyatakan tidak lulus.Aku kembali terguncang.Kenapa semua takadil kepadaku?Di sekolah ini hanya aku yang sama sekali tidak menerima bocoran jawaban itu,tapi hanya aku juga yang di nyatakan tidak lulus.Salah kah aku atas kejujuranku ini?Aku semakin karah dan menyimpan dendam yang berkepanjangan.Aku berjanji untuk tidak melupakan kejadian ini sampai akhir hayatku
23 Juni 2007
Hari ini adlah hari pengumuman hasil UAN.Kurasakan ada getar yang begitu kencang yang seakan hendak meremuk jiwaku.Ada sesuatu yang menyusup di sana,menambah goresan di hati yang telah terluka oleh UAN lalu.Semuanya menghantuiku dalam setiap langkah menuju ke sekolah.Bayang-bayang ketakutan terus bergelimpangan.Dadaku tersa sesak,aku ingin menangis tersedu-sedu.
Di sekolah aku menyendiri dan terdiam terus.Aku sperti seseorang yang kalah dalam pertarungan,..lemas dan tak berdaya apa-apa.Terbayang jelas olehku betpa hari-hari antara UAN dan hari ini,begitu sembilu mengiris hatiku.
Andai saja kau tahu beban bbatin yang aku derita mungkin kamu akan kejujuran dan keteguhanku berbuah pahit.Salah kah aku bila aku jujur??Mengapa orang-orang selalu menghina kejujuranku?JUARA SATU UMUM TIDAK LULUS…telingaku terasa panas bila mendengar desas-desus seperti itu.
*********************************************
Begitu rapat dewan guru selesai,aku melihat ayahku berdiri di pintu bersama guru-guru lainnya.Dia menatapku.Tatapannya begitu tajam dan menusuk.Hatiku berontak…tak lulus kah aku???
Kemudian,kami di suruh berkumpul untuk menantikan pengumuman.Dan…Ya Allah,ayahku lah yang akan membacakan pengumuman itu!!Bayangkan..ayahku yang akan mengumumkansendiri bahwa anaknya tak lulus…Ya Allah,cobaan apa lagi ini.Aku tahu memang aku keras kepala.Tapi aku juga tak ingin mengecewakan orang tuaku.
Sambutan kepala sekolah pun seakan membuat aku ingin gila,Apalagi dalam sammbutannya dikatakan bahwa ada siswa yang berhasil meraih hasil yang nyaris sempurna dan hanya 1 orang yang tak lulus.Oh,perihnya hatiku.Pasti lah yang tak lulus itu adalah aku dan yang memperoleh nilai terbaik itu adalah salah satu dari mereka yang memperoleh bocoran jawaban.Aku ingin menjerit sekuat-kuatnya.Aku yang paling jujur justru memperoleh kenyataan yang paling pahit.Ini tidak adil Tuhan,,mengapa Engkau tega membiarkan hamba-Mu ini seperti ini….Aku merasa kecewa.Aku sudah tak sanggup lagi menerima kenyataan ini.
Pengumuman 3 besar pun berlanjut.Dalam perihnya hatiku aku paksakan tersenyum saat Arzan di nobatkan sebagai peringkat ke-3 dan Ramayana peringkat ke-2.Aku sedih menatap tempat untuk peringkat pertama.Dulu,setiap panerimaan rapor aku selalu menduduki tempat itu dan tak pernah tergantikan.Harus kah sekarang aku bergeser??Sanggupkah aku melihat orang lain menduduki tempat itu??Tuhan…aku tak bisaAku tak rela,bukan tak rela karena aku bodoh tapi tak rela karena tempat itu di ambil oleh orang lain yang mengambil jawaban dari pengawas ujian sementara aku 100% jerih payahku sendiri.
“Peringkat pertama dengan NEM 27,00 masing-masing Bahasa Indonesia 9,00,zmate-matika 9,oo,bahasa Inggris 9,oo di raih oleh….”
Ayahku berhenti sejenak menambah ketegangan kami.Aku ingin menjerit dan minggat dari dunia ini.Tak sanggup aku menahan malu bila tak sanggup mempertahankan kedudukanku selama ini.Apalagi di saat-saat yang paling menentukan.Aku takut orang-orang akan berpikiran bahwa hasilku selama ini bukanlah hasil yang murni.Oh,Tuhan…
“NURFITRIANI HARUDI….!!!!!!”
Ah,mimpikah aku??Benar-benar namaku kah yang di sebut itu??Mungkinkah ini hanya tipuan pendengaranku saja?Atau aku yang hanya menghayal.Ku dengar suara tepuk tangan dan sorak-sorai yang riuh.Hatiku bergetar…
“Fitri,maju mi.Kepala sekolah sudah menunggumu di depan.”
Apa lagi??Cuma aku yang bernama Fitry di sini.Hanya AKU.Aku maju ke depan dengan ragu,maju ke tempat yang selama ini selalu aku huni.Aku tak sanggup mengedalikan diri,Aku menangis tersedu-sedu menumpahkan perasaanku di depan semua orang.Aku tak tahu bagaimana ekspresi ayahku,kepala sekolah dam semua yang menyaksikan kejadian itu.Aku hanya tenggelam sendiri dalam tangisku.Sebuah tangisan yang indah bagiku.Aku sangat bahagia dan hampir-hampir tak percaya atas apa yang kini aku hadapi.Aku seperti sedang bermimpi.Bagaimana tidak,selama ini aku di vonis tidak lulus,tapi sekarang …aku lulus dengan nilai yang nyaris sempurna.
Berbagai ucapan selamat datang kepadaku.Aku sangat terharu.Ternyata Tuhan memang adil,kejujuramku berbalas madu.
Hari ini aku berhasil membuktikan pada orang-orang bahwa aku bisa,bahwa aku Fitry the individualis sanggup.Aku lah satu-satunya siswa yang lulus dengan nilai murni hasil sendiri.Hari ini aku berhasil membuktikan bahwa siapa aku sebenarnya pada orang-orang.Bahwa aku bisa berusaha sendiri tanpa Bu Nurlian dan Bu Nirmala dan pengawas-pengawas lainnya.You know?????
Lihat lah betapa adilnya Tuhanku,kepahitan-kepahitanku kini telah dibalas dengan sangat adilnya.Allahu Akbar…aku sangat bahagia atas kenyataan ini,meskipun aku harus menggigit bibir melihat nilai teman-temanku yang cukup tinggi atas jawaban yang di berikan oleh pengawas itu..Betapa menyebalkan,padahal jika tidak tentu selisih nilaiku jauh lebih tinggi di bandingkan mereka.
Aku membuktikan pada ayahku kalau aku bisa.Aku tahu dalam diamnya dia pasti merasa bangga atas jerih payahku sendiri.Aku lalu mentap para pengawas UAN lalu,hati kecilku tesenyum kecut,”Kalian beruntung.Harusnya kalian berterima kasih padaku karena aku tak melaporkan kalian pada polisi.Jika aku melakukannya kalian pasti akan di jebloskan ke penjara.Aku sangat sakit hati atas perlakuan kalian”
Sejenak rasa angkuh dan sombong itu menguasai diriku.Tapi kemudian aku insyaf.Aku harus rendah hati.Aku tak perlu membalas sakit hatiku.Aku hanya ingin membuktikan bahwa kejujuranku dib alas setimpal oleh Allah SWT.Inilah pembalasanku..pembalasan yang manis…MY SWEET REVENGE.
SEKIAN
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar